Sabtu, 08 Agustus 2020

2020

 Dear Ani di tahun-tahun datang,


Hari ini kamu seperti biasa masih terbangun dengan banyak dialog yang berputar di kepalamu. Kamu bisa tidur jika ada orang di sampingmu atau setelah mengucapkan i love you ke Kak Faddly lalu terlelap saat bermain game di handphonemu. Sayangnya, tadi kamu melemparkan topik sensitif saat berkencan. Dadamu sesak dan mengucapkan i love you dengan sejuta perasaan kompleks. Setelah melalui lebih dari setengah tahun ini, moodmu benar-benar berantakan dan tak tertebak.

Tahun 2019, kamu mengakhiri dengan segala macam opname dan diagnosis dokter. Delapan bulan setelahnya, kamu masih bergelut setiap hari dengan pertanyaan sebenarnya apa sakitmu dengan belasan kali opname dan puluhan kali kontrol bolak balik rumah sakit. Mencoba resign dan tak diijinkan. Bekerja tapi banyak kepanikan dan tak begitu fit memikirkan semuanya. Berdoa tapi akhirnya hanya bisa melantukan Ampuni aku Tuhan dan doa Bapa Kami.


Saat pandemi datang, kamu mulai paranoid dengan kebersihan, kumpulan orang dan banyak hal. Kamu lebih nyaman mengurung diri di kamar. Mencoba segala macam minuman herbal. Lalu mencoba berasa semua akan baik-baik saja. 


Kamu jatuh cinta, kamu merasa kurang dicintai padahal orang-orang melimpahkan kasih sayang untukmu. Kamu merasa terkurung, tapi kamu mengabaikan semua gelombang positif. Kamu mencoba sembuh.... dan kamu mulai berpikir diagnosis depresi oleh dokter penyakit dalammu mungkin ada benarnya.


Hei, an... kamu masih ada dan bertahan saat ini. Cobalah bertahan besok. Cobalah untuk berpikir positif walaupun rasanya sulit untuk tidak memulai pertengkaran dengan siapapun. Cobalah lagi setiap hari....


Tidak ada yang menyalahkanmu, kamu hanya menyalahkan diri sendiri dengan segala kerumitan cara berpikirmu. Mungkin kamu benar, mungkin caramu saja yang salah saat menyampaikan. Atau mungkin.... kamu harus meyakinkan dirimu bahwa kamu dicintai dan kamu akan sembuh melewati semua tahun-tahun ini.


Saat kamu membaca ini An, kamu akan baik-baik saja di masa depan. 


Salam, dari An di masa kini

Tidak ada komentar: