Senin, 13 Agustus 2018

debat

Sabtu, 5 Desember 2009



Seharusnya hari itu (sabtu), kita ikut kegiatan PISKeST (MABIM FST)... tapi karena kejadian Kamis, 3 Desember 2009, yang membuat kita menyesal akibat perbuatan senior yang menyebalkan dengan kelakuan yang mirip senior perploncoan (menyuruh kita jalan jongkok keliling gedung jurusan teknik mesin sambil dsiram berbagai macam cairan, lumpur dan oli.). hal tersebut yang membuat kita marah karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya ke kakak-kakak senior kita di jurusan.... itu memalukan dan begitu berlebihan hanya demi sebuah ”tradisi mendapatkan sebuah baju kegiatan”...
Ini membuat any berdebat dengan anak elektro rax,,,,,...




Rax : Halo,. Gimana kabarnya? Kenapa tadi tidak ikut kegiatan PISKeST?
Any : Hai juga... baik. Malez ah, ikut kegiatan... masih sakit hati kita. Gimana tadi kegiatannya?
Rax : Napa? Tadi yang ikut Cuma 4 jurusan sa...eh, tadi nak biologi donk ada berdebat dengan senior tentang masalah hari kamis tu... TERLALU SERU!!
Any : Eh, tadi Biologi turun kegiatan juga...? Apanya yang seru?? Mank tadi donk debat gmana?
Rax : Tadi sebenarnya nak biologi cuma tanya sa, tapi donk pung cara tanya bikin senior donk panas...
Any : Mank donk tanya apaan?
Rax : Mereka tanya tentang perploncoan yang mereka alami hari kamis tu... tapi ketika ditanya balik tentang batas-batas perploncoan, mereka tidak bisa jawab. Heh, menurut beta.. mereka hanya mau menunjukkan kepintaran mereka, tapi sayangnya mereka salah tempat..
Any : Yang mereka tanya tu bener, sayangnya mereka salah kata-kata. Apa gunanya coba hal-hal yang kayak gitu bagi mahasiswa? Beta sendiri sonde bisa liat tujuannya mereka buat kayak gitu, hanya seperti ajang balas dendam dan sebuah tradisi brengsek yang terus dijalankan... sebuah tradisi untuk memperoleh baju kegiatan... dengan cara yang gila.. tradisi apaan?!?
Rax : Justru itu sebuah pembelajaran bagi mahasiswa baru, bagaimana cara mendapatkan sesuatu itu harus dengan perjuangan yang tidak mudah. Senior tahu bahwa untuk mengeluarkan uang Rp. 50.000,- itu tidak mudah. Dan apa yang senior lakukan itu agar kita tidak menganggap remeh baju tersebut, segala sesuatu yang didapat dengan mudah biasanya dianggap remeh. Yah, mungkin bagi sebagian orang 50ribu itu tidaklah terlalu berarti tapi bagaimana dengan orang-orang yang berasal dari keluarga dengan ekonomi lemah? Itulah maksud dari para senior,.. jangan pernah menganggap segala sesuatu itu mudah.
Any : Beta juga taulah... lu kira kita ne semua orang kaya? Yang dengan gampangnya mendapatkan uang?!? TIIDAK! Kita ne semua mahasiswa yang rata-ratanya anak kos. Yang butuh perjuangan ekstra untuk mendapatkan selembar uang 50rbu.. liat donk pung perjuangan buat dapat uang sa, buat beta mau menangis.. apalagi setelah donk dapat itu uang demi itu baju, donk harus melewati cara yang gila untuk ngambil itu baju.. jadi setidaknya tu senior juga pake otak donk! Okelah, be ngerti maksudnya dari itu kegiatan. Tapi sayangnya donk buat kayak gitu di waktu dan kondisi yang tidak tepat. Pas semuanya lagi capek karena baru pulang kuliah dan praktikum, belum lagi hari-hari mereka semua begadang pada gak tidur gara-gara ngerjain tugas dan laporan-laporan praktikum.. lu mikirlah... mank u mau tanggung semua pung uang sakit satu angkatan FST?
Rax : Nah, lu sendiri mengerti bagaimana susahnya mendapatkan itu uang,. Sekarang tinggal bagaimana kita menghargai tu uang, dan menurut sya apa yang senior lakukan sangat tepat. Buktinya sekarang, jika ada yang berani mengejek tu baju, berarti pasti dia dapat tonjok dari beta. Karena sejelek apapun itu baju, beta haru 2 kali menderita untuk mendapatkannya.
Any : Be ngertilah.... tapi cobalah u menilainya secara obyektif, jangan secara subyektif. Jangan hanya melihat dari sisi senior melulu donk. Beta juga kalo jadi lu, b juga bakal ngomong kayak gitu.. tapi cobalah untuk melihat kondisi yang terjadi. B tau lu anak teknik, pasti membela kakak-kakak senior lu yang buat kayak gitu... tapi cobalah untuk melihat dari berbagai kacamata.. be ngerti kenapa anak-anak biologi bisa sampai tanya kayak gitu, karena mereka merasa gak adil.. semua yang mereka liat kok lebih mendingan daripada mereka yang datang belakangan dan mendapat lumpur oli yang lebih parah dari kita semua..
Rax : Beta bukannya mau membela, tapi be sedih mengerti kisah perjuangan teknik di undana. Sejak dari UPT sampai FST. Dan apa yang kita dapat hari kamis belum seberapa jika dibandingkan dengan senior terdahulu. Meskipun hanya selembar baju... dan berikut tentang kalo sakit satu angkatan,..sekarang kita kembali ke diri kita masing-masing, apakah kita benar-benar sakit atau sakit yang dibuat-buat agar senior merasa terpojok...
Dan apanya yang ga adil? Emank u ga liat semua peserta PISKeST mukanya udah lebih jelek dari anoman...
Any : Heh, sikon dulu dan sekarang tu berbeda jauh sekali. Dulu masih jamannnya reformasi dan perjuangan hingga mahasiswa ketika memasuki perguruan tinggi dididik dengan cara yang bergitu keras yang dinamain perploncoan, dengan tujuan agar mental mahasiswa lebih terlatih untuk berhadapan dengan aparat yang sangat keras untuk menentang perjuangan mahasiswa. Tapi sekarang udah jamannya demokrasi dan pembangunan, dimana masyarakat sekarang lebih senang melihat mahasiswa melakukan aksi damai dalam mengkritisi pemerintah dan kegiatan – kegiatan yang membangun masyarakat daripada melihat kegiatan-kegiatan perploncoan yang ga jelas tujuannya dan seringkali lebih condong ke kekerasan daripada bimbingan.
Rax : Nah itu dia, bagaimana mahasiswa mau mengabdi pada masyarakat kalo mental cetek, dan untuk mengkritisi pemerintah dibutuhkan mahasiswa yang bermental reformasi, buktinya Soeharto saja rubuh karena mahasiswa. ”HIDUP MAHASISWA TEKNIK!”
Any : Ga nyambung banget ne anak.... gini yah, ini sebenarnya rantai lama yang udah karatan ; tahu kagak, kenapa orang-orang, petinggi-petinggi univ sering meremehkan anak teknik, dan memandang sebelah mata pada anak teknik? Ne disebabkan sikap dan tampang anak-anak teknik yang amburadul alias awur-awuran. Orang cenderung melihat teknik identik dengan kekerasan, nah hal ini malah ditambah dengan sikap senioritas teknik yang malah membuat masa bimbingan mahasiswa barunya dengan plonco yang keras banget dan kelihatan ga pernah pake hati,,alias ga bermoral, sama sekali ga mencerminkan sikap seorang mahasiswa yang berintelek.
Ini menambah lagi deretan masalah bagi mahasiswa teknik, karena mahasiswa baru akan meneruskannya ke angkatan selanjutnya seperti itu. Hingga angkatan-angkatan teknik bukan tambah baguz malah tambah rusak. Hal itu yang membuat pihak univ jadi ga suka ma teknik. Jika mahasiswa teknik lebih mementingkan prestasi ketimbang mempertahankan image buruk yang udah ada, maka mungkn pihak univ akan lebih berbangga diri untuk melihat teknik. Liat aja ITB, ITN, insitut-insitut teknik yang bergengsi dan dibanggakan.. apa mereka kayak gitu?
Rax : Hehehehehehe,.. Jangan melihat buku dari cover luarnya saja. Termasuk ente, melihat sesuatu hanya dari luarnya saja. Anak teknik mank amburadul tapi skill, kemampuannya jangan dianggap remeh, dan setiap kekacauan yang melibatkan anak teknik itu karena kita berpikir, satu sakit semua sakit. Dan hal itu hanya didapatkan pada saat kita mabim. Satu hal lagi yang perlu kamu ketahui bahwa pendidikan mahasiswa baru di ITB justru lebih keras dari undana. Jujur saja, 2 orang kakak saya alumni ITB. Jadi sekrang, ITB yang begitu keras saja, kampusnya bisa dibanggakan.. kenapa FST undana tidak??
Dan ingat, ini bukan soal jaga image,,.. lu tahu kenapa setiap 17 Agustus dilakukan upacara bendera, su pasti untuk mengenang perjuangan para pendiri bangsa.. Begitu pula teknik, setiap tahun dididik secara keras agar mahasiswa baru tahu pengorbanan laskar pendiri teknik..
Menghadap masyarakat ga mungkin dengan mental yang cetek., mengkritisi pemerintah ga mungkin dengan prilaku yang ga bisa dipertanggungjawabkan., Lu tahu kenapa teknik ga bisa berjaya? Itu karena pejabat undana selalu menekan teknik,.. dan dalam kondisi yang tertekan teknik berdiri.
Any : Iya,. Be tahulah... begitu juga dengan anak mipa yang seringkali diejek dan disindir, katanya ”mau jadi apa kalian besok? Ga ada gunanya tauk disini...”. itu dia, teknik&mipa seringkali dijadikan pembantu saja dan lebih sering dianggap sebelah mata, padahal kalo mau dibilang, di masa depan yang lebih memegang peranan besar untuk pembangunan suatu daerah adalah mereka. Jadi, daripada berdebat panjang dengan pemerintah yang kepala batu sama ke lu, mending kita buktikkan ke mereka kalo kita bisa berprestasi. Bukan malah mendidik mahasiswa baru dengan cara gila.. justru itu memperburuk citra kita..
Rax : Ayolah,.. berdebat dengan otak lah, jengan dengan urat donk... hehehehe...
Any : Ga, be pake tangan ngetik debatnya dari tadi dengan lu... sampai ngantuk ney...
Rax : Oh, sorry dah... da mengganggu lu pung jam tidur.. maaf deh. Ntar kapan-kapan beru kita lanjut lagi okey.. sekali lagi maaf yah...

Ikan hiu
Ikan cucut
Yuk kita lanjut....
Kapan-kapan deh...... -_-

Pemenang kehidupan adalah ..................
orang yang tetap sejuk di tempat panas
tetap manis di tempat yang pahit
merasa kecil di tempat yang besar
dan tenang di tengah badai yang hebat..........

Tidak ada komentar: