Kamis, 24 April 2014

Coba Nulis Cerbung: Remember Our Time (Dia Siapa?)

8 Maret 2014

“Kenalkan, ini pacarku”, Asra mengenalkanku pada seorang tetangga rumahnya saat kami berhenti mengisi bensin. Kami kehabisan bensin ketika hendak pergi ke rumah mentor kasasi kami, mau mendiskusikan kegiatan kami setelah ditabis bulan kemarin. Dan pengisian bensin eceran yang kami singgahi ternyata tetangganya.
“Aku Adnee” senyumku sambil mengulurkan tangan, mencoba ramah dengan sebaik mungkin. Asra, pacarku. Kami jadian setelah serangkaian sms –sms konyol sehabis acara syukuran di rumah Ra dan Re. Satu bulan PDKT, lalu jadi. Konyolnya, aku yang menyatakan perasaanku padanya. Gila.

Dia ternyata tidak seseram saat pertama aku mengenalnya – aku lupa kapan tepatnya kami berdua pertama kali bertemu- , dia lucu, konyol, pokoknya humoris. Banyak hal yang bisa kami diskusikan kalau bertemu dan bercengkrama, kebanyakan kami lakukan di atas sepeda motor saat berboncengan dan di teras rumahku. Mulai dari topik camat dan lurah terbaru sampai berapa jumlah kabupaten di provinsi kami. Hahahahaha, dia selalu membuatku tertawa dan nyaman. Aku menyukainya, sangat.


Tubuhnya selalu wangi, bahunya lebar dan hangat, selalu terlihat nyaman saat dilihat dari belakang. Senyumannya adalah senyuman jahil. Jemarinya ramping, lentik seperti jari perempuan. Dia langsing, lebih tepatnya kurus. Hahaha, konyol kedengarannya tapi aku suka memeluknya saat kami berboncengan, lenganku selalu pas di pinggangnya. Asra, dia penuh kehangatan dan misterius.

“Dia? Dia sudah punya pacar Adnee!! Ada ceweknya, teman sekolah kami pula. Namanya Lita. Kamu sudah gila atau tertipu seh?!?”, lengking Ra saat tahu aku berpacaran dengan Asra.
“Hah? Aku......tidak tau..”, sedetik aku melongo lalu berbisik halus.
Betul, aku tidak tahu. Ini sudah dua bulan kami berpacaran, awalnya tidak ada satupun teman-teman kami yang mengetahui kami berpacaran. Sampai aku tidak tahan lalu kuceritakan saja pada Ra dan Re. Secara, gara-gara mereka berdualah aku mengenalnya. Tapi mengetahuinya dia sudah memiliki pacar saat menerima perasaanku, itu adalah hal lain.
“Kamu bodoh”, kata Re dengan datar tanpa ekspresi, seperti biasa. Menyebalkan.
“Aku tidak bodoh, aku hanya tidak tahu”, belaku.
“Justru itu letak kebodohanmu. Kamu hanya mengenalnya sebulan lalu mengatakan suka padanya. Kamu berpikir tidak?”, sambung Re.
“Tidak...aku hanya .....hanya....nyaman... dia membuatku bisa melupakan Kak Zack....”, aku menggumam lemah, bingung dengan perasaanku.
“Kak Zack?! Lagi? Kamu masih ingat dia? Ohh...ayolah Adnee...tidak bisakah kamu memaafkan dia lalu melupakannya? Huuhhhh....”, Ra terlihat gusar saat kusebut nama itu.

Zack Reinaldi, cinta dan pacar pertamaku yang pergi ke pulau seberang. Aku sering dikenal sebagai playgirl di antara sahabat-sahabatku setelah putus dengan Kak Zack. Kakak kelasku yang pendiam dan mempesona, namun aku tak pernah mengerti dia. Bagiku, semua pacar-pacarku hanya jadi obyek pelarian, mencari sosoknya di orang lain. Tak pernah kudapatkan, sampai akhirnya aku mengenal Asra.

“Aku sudah lupa. Benar, aku sudah melupakannya saat bersama Asra akhir-akhir ini. Aku tahu”, sahutku keras mencoba mendapatkan kembali suaraku.
“Dia punya cewek Adnee”, Ra melembutkan suaranya.
“Iya, dan itu aku”, aku bersikeras.
“Kamu ....sudah gila. Sekarang, kamu tanya saja pada pacar barumu itu siapa pacarnya. Lita atau Adnee, atau mungkin ada yang lainnya”, gelak Re sambil mencoba menyindirku.
“Baik, aku tanya”, aku tahu Re cuma bercanda tapi hati kecilku tidak tenang. Sepertinya berkomplot dengan Re, hati ini juga mengatakan ada yang tidak beres.
“Akan kutanya, dan jika aku tahu jawabannya tidak selain aku. Kalian habis!”, gertakku pelan.
“Kalau dia berani jujur Adnee...kamu tahu lelaki itu seperti apa...”, kata Ra sambil menggelengkan kepalanya. Gusar dengan sikap keras kepalaku.

Aku melangkah pulang. Lebih tepatnya hampir berlari. Tergesa ku mengambil hanndphone saat sampai di rumah. Men-dial nomornya, lalu..
“Halo”
“Halo, aku ingin mengajukan pertanyaan. Kamu punya pacar selain aku?? Namanya Lita?”
“Hah??”


To be continued...

Tidak ada komentar: