Kamis, 24 April 2014

Coba Nulis Cerbung : Remember Our Time (Ada yang Salah?)

8 Aprill 2014



Hei, tenanglah. Hmm, bagaimana dengan ujian tadi pagi? Aku susah mengerjakannnya loh. Sampai-sampai habis mengerjakan soal, aku hanya bisa menyanyi Tahanlah dan berjuang trusss...hahahaha..., Ayolah, jangan bermuka masam trus begitu”, bujukan Asra yang terus-menerus menenangkan tak mempan membuatku tersenyum.



Aku hanya tak habis pikir saja, kenapa banyak orang yang mengatakan dia sudah mempunyai pacar dan dia tidak mengakuinya! Bahkan kemarin sepupuku, teman dekatnya menunjukkan foto mesranya dengan seorang cewek, berpelukan lagi! Hah! Aku cemburu tauk!



Ya. Sudah. Aku sudah tenang”, ujarku sambil memasang wajah datar.

Adnee...sayang.. dia hanya teman baikku sejak smp. Masa kamu cemburu dengan temanku?” bujuk Asra.

Yah, tidak apa-apa. Singgah rumah yuk, ceritanya di rumahku saja”

Oke”

Sejak sejam yang lalu, kami hanya berputar-putar mengitari lingkungan rumah kami dengan sepeda motor. Maklum, karena rumah kami berdekatan makanya semua tetangga memandang kami dengan heran saat kami berulang kali mengitari jalan yang sama, hanya untuk membujuk aku yang sedang merajuk. Berputar ke arah rumahku, kemudian kami turun dan bercakap-cakap di teras rumah. Membicarakan banyak hal kecuali cewek lain yang kata orang-orang pacarnya. Sembari berbicara, aku memikirkan banyak hal. Sepertinya kami baik-baik saja, tertawa dan bercanda. Tidak terjadi apa-apa setelah aku merajuk, tapi aku tidak baik-baik saja.

Sudah sore, aku pulang dulu. Nanti ku-sms”, pamit Asra.

Yup, hati-hati” jawabku.

Oke, bye sayang”

Aku tersenyum...



1 jam kemudian...

Halo..kenapa?” sahut Asra saat mengangkat telponku.

Tidak..aku hanya mau bilang, kita berteman saja”

Oh”

Ya. Maaf.. aku tutup telponnya. Selamat malam”



1 menit kemudian....

Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhh.........!!!” aku berteriak histeris di kamarku. Sepertinya ada yang sesak di dada. Kubekap mulutku dengan bantal, lalu kuberteriak lagi... dan sesuatu yang mengganjal itu tidak keluar juga. Ternyata aku bodoh. Ya, ampun. Aku menyukainya dan aku memutuskannya dengan begitu saja. Ah, tidak. Dia punya pacar lain, makanya kuputuskan. Hah!! Aku mulai gila. Jangan lagi, jangan seperti ini. Rasanya seperti aku putus dengan kak Zack dulu. Rasanya menyakitkan.



Besoknya, hari minggu. Aku harus pergi mengajar sekolah minggu. Kulihat wajahku di cermin. Mataku masih sembab dan bengkak sehabis menangis semalam. Mungkin degan mencuci muka, bekasnya akan hilang. Eh, hpku bergetar..

Halo”

Halo. Ini Adnee ya? Ini temennya Asra. Kamu ngapain dia? Dia mabuk berat dari kemarin. Seperti habis diputusin. Kamu putusin dia? Kenapa?” berondong teman Asra yang tidak memperkenalkan namanya.

Maaf. Aku memang putusin dia. Karena dia punya pacar lain”

Siapa? Lita? Aku tahu dia..dia istri rumahnya Asra...yah adat begitu. Dan mereka sudah kenal dari smp. Memang dekat..katanya sih juga pacaran Tapi, hanya karena itu?”

Hanya karena itu? Rasa-rasanya aku ingin meledak mendengar kata itu. “Ya sudah. Bilang, aku minta maaf. Sudah? Aku mau keluar. Maaf.” Kututup telpon itu dengan ketus. Sudah, cukup. Aku tahu, aku juga salah. Ini harus diakhiri.



1 minggu kemudian...

Kulihat layar hpku..kosong, tidak ada sms, tidak ada panggilan singkat seperti biasanya. Lalu kebodohanku pun dimulai. Kubuka kontak, namanya masih sama. Aku belum menggantinya. Tombol-tombol hp kutekan berapa kali, dan pesan terkirim. Tak lama, berapa detik kemudian sms balasan sudah muncul di layar.

Hai, kupikir aku sudah dilupakan”

Hai, tidak. Kamu tidak dilupakan”

Kenapa sms?”

Tidak. Hanya ingin tahu kabarmu”

Aku baik”

Oh”

Itu saja?”

Ya, lanjutkan aktifitasmu. bye”

Ok. bye”

Dan aku tidak tahu lagi harus membalas sms itu seperti apa. Seperti masih ada yang kosong di hati. Aku tidak tahu. Mungkin aku terlanjur menyayanginya. Dan kulepas begitu saja. Hal itu yang akan menjadi dasar kesalahan terbesar yang akan baru kusadari 4 tahun kemudian...



To be continued..

Tidak ada komentar: