beberapa belas tahun lalu..
masih anak kecil diriku...
seketika aku ada depan tempat ibadah yang dilempar dan dibakar
seketika aku ada di bwah kolong kursi sekolah..melihat teman-temanku menangis
seketika sekolahku dirubungi seragam biru tua topi bayonet dan senapan tergenggam
seketika ayahku menjemputku dengan raut keras..
seketika kulihat kerumunan massa berteriak membawa ratusan bendera..
beberapa belas tahun lalu..aku belum tau
saat itu merah putih tercabik..
aku belum tau ada anak kehilangan orang tua
keluarga kehilangan tempat tinggal..
aku belum tau..orang-orang berlari dengan ideologi tersingkir
aku belum tau tanah timor terbagi...
beberapa belas tahun berlalu..
aku berada di jembatan itu..
berada di tanah-tanah bekas tenda itu..
aku berada di antara du seragam..tapi tanpa senapan..
aku berada di antara senyuman girang saudara ketemu saudara..
beberapa belas tahun berlalu...kulihat dua bendera itu...
aku duduk dengar..lihat matanya..
ada darah yang terbagi...
seketika mereka menjadi saudara tiri..
seketika mereka bukan saudara bagi saudara mereka..
seketika mereka ada di batas.....mengikut ibu mereka..tapi tak dianggap oleh ayah..
aku ingat saat beberapa belas tahun lalu..
aku lihat saat ini setelah beberapa belas tahun berlalu..
ada satu kata yang menjadi terkutuk..diskriminasi..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar