Kupang. 31 Juli 2013
Ada cahaya kecil di jendela
Tanpa bayangan, hanya samar terlihat dunia di luar semua
Menyembunyikan tangis rindu yang amat sangat pada Sang
Khaliknya
Tak sedikitpun tersembunyi hatinya dari Sang Bapa..
Rapuh dan berdosa…tak sedikitpun pantas menyebut nama yang
kudus itu..
Hanya meringkuk, memanggil, menyembah dengan luka…
Mencari cinta itu…dia rindu..
Teringat beribu pujian yang merdu di waktu lalu..
Tahun-tahun telah menyembunyikan gaungnya..
Hari dimana dia bercerita memuji memuja dengan pesona cinta
tak habis-habisnya
Teringat hari-hari itu dimana jatuh cinta begitu indah dan
tak habis terkatakan..
Saat dia baru saja menyebut dan mengakui Yesus adalah
Juruselamat..
Seperti hari ini..dia mengingat dengan tangis yang tak henti
dalam hatinya…
Ada butiran airmata yang tak bisa disembunyikan..
Tak rela cinta itu redup. . . bisakah api bara cinta itu
datang lagi..
Membawa damba yang begitu indah akan hadirat-Nya…
Selalu menyembah Raja Surga yang Maha Mulia…
Bersama dengan bentara malaikat-malaikatNya.. nyanyikan
pujian pengagungan..
Sujud tiada henti dan senyum tiada habis, saat bercerita
cinta Tuhan..
Tuhanku, Tuhan kami, Tuhan kita semua….Tuhan semua makhluk
hidup dan semesta…
Ijinkan hamba mencintai-Mu seperti saat pertama itu….
Bukan karena permintaan cintaku..tapi, iman, pengharapan dan
kasih itu sendiri…
Bukan karena tangisan, bukan karena apapun..tapi hanya
karena Engkau yang begitu agung..
Ini hidupku….dari rahim ibuku.. Engkau tahu..aku kan jadi
penyembah, pemujamu..
Ini napasku…dari cinta yang membentuk diriku..hanya
Engkaulah pemilik kehidupanku…
Terima kasih….telah mencintaiku…
JiwinD
Tidak ada komentar:
Posting Komentar