Senin, 23 April 2012

Rindu itu H A K


Hak asasi, kita mendengar dan mengenal dua kata tersebut sebagai hal yang mendasar yang dimiliki oleh manusia. Hak untuk bernapas, hidup, percaya, makan-minum, dan hak-hak yang lainnya. Tapi menurut saya, ada hak yang penting yang lupa untuk dicantumkan dalam deretan hak-hak di dunia ini yaitu hak untuk merindukan.
Kenapa? Karena kita manusia. Rindu atau merindukan adalah warna manusia yang kompleks, efek yang muncul dari sejuta hal yang kita lakukan dalam hidup ini. Di saat kita lahir, kita merindukan mama untuk setiap detiknya. Di saat kita bertumbuh, kita merindukan semua orang di sekitar kita untuk ada belajar bersama kita, kita merindukan teman-teman kita. Di saat kita remaja, kata rindu pun berubah artinya menjadi lebih spesifik dan eksklusif, rindu hanya untuk orang yang kita cintai dengan dua kata mantra yang selalu ajaib untuk mereka..”miss u”.
Bagi orang yang merindu, ada perasaan aneh yang mengganjal di hati jika rasa rindu itu tidak disampaikan atau dicari jalan keluarnya untuk menjadi kurang rindu. Mungkin dengan bertemu, menge-sms, atau menelpon orang yang dirindu, atau mungkin hanya membiarkan hp-nya berdering beberapa saat (miss call) sekedar mengingatkan ada yang merindukan dia. Untuk orang yang hampir tidak pernah merindu, mungkin hal-hal tersebut agak sedikit kurang kerjaan tapi itulah orang yang merindu, seperti kehilangan keseimbangan hatinya. Bagi orang yang dirindukan, ada kalanya galau..bisa senang juga bisa resah, siapa tahu?
Mungkin kita pernah mendengar kata-kata puitis ini, “Jika kau merindukan seseorang bukan karena jauh atau tak pernah bertemu dengannya, melainkan karena apapun yang kau lakukan, kau ingin dia ada disampingmu”. Kita merindukan seseorang atau sesuatu dalam hidup kita karena kita ingin dia atau hal itu berada didekat kita untuk mengisi kekurangan yang ada pada kita, seperti melengkapi bahkan mungkin dibutuhkan seperti napas yang mengisi paru-paru kita. Contoh, dengan merindu orang dapat mengejar cita-cita di bangku kuliah dengan semangat karena kita ingin cepat selesai dan bertemu dengan dia mungkin. Atau dengan merindukan, kita jadi tahu ternyata kita punya hati.
Bagi saya, jika manusia tidak pernah merindu mungkin dia adalah robot. Dan jika manusia dilarang untuk merindu, itu adalah pelanggaran hak yang paling hakiki dari keberadaannya sebagai manusia yang hidup karena cinta.
Jadi, silakan untuk merindu atau saling merindukan sebagai manusia normal yang hidup. Kalau anda tak tahu apa itu merindu, belajarlah untuk mengucapkan “miss u” pada orang di samping anda.

red:any_suyono_pelatihan-menulis-@elektroundana-20april2012

 

Tidak ada komentar: