Duduk
mengobrol sambil minum kopi memang sudah jadi tradisi rutin di kampus kami.
Lesehan bersama teman-teman dengan gelas-gelas kopi beredar di tangan mereka.
Bukan hanya pagi hari, siang hari pun saat kuliah berakhir kopi selalu jadi
minuman wajib untuk tongkrongan.
Ada
kalanya segelas kopi selalu jadi teman setia saat teman-teman mahasiswa
mengerjakan tugas atau hal lainnya. “Sehari bisa tiga gelas kopi, supaya kerja
lebih lengkap. Karena b minum kopi pada saat kerja sesuatu. Sonde ada kopi,
sonde lengkap. Buat beberapa orang yang pekerja keras, kopi bisa jadi
kebutuhan” tutur Armin, anak semester VI jurusan Teknik Elektro, saat ditanya
kebiasaan minum kopinya.
Lain
lagi dengan Aryo, mahasiswa semester VIII Jurusan Kimia ini, menjawab kalau
hanya dua gelas kopi yang dia konsumsi setiap hari, pagi dan malam. Kebiasaan
minum kopi ini dia lakukan hanya untuk “bikin senang di mulut sa”.
Perlu
diketahui, kopi untuk pertama kalinya dikenal oleh suku Galla di Ethiopia di
daratan Afrika Timur pada tahun 1000 SM,
dimana biji-bijian asli ditanam oleh orang Ethiopia dataran tinggi. Akan tetapi, ketika bangsa Arab mulai meluaskan perdagangannya,
biji kopi pun telah meluas sampai ke Afrika Utara dan biji kopi disana ditanam
secara massal. Dari Afrika Utara itulah biji kopi mulai meluas dari Asia sampai pasaran Eropa dan ketenarannya sebagai minuman mulai menyebar. (Wikipedia)
Dari
wawancara diatas dan hasil survey kecil-kecilan di internet, ternyata efek dari
minum kopi atau ngopi ini sendiri beragam
macam, ada efek positif dan efek negatifnya.
Kopi
bermanfaat dalam beberapa hal. Pertama, untuk peningkat memori jangka pendek
manusia, sehingga dapat mencegah penyakit syaraf otak yaitu Parkinson dan
Alzheimer. Hal ini disebabkan
karena kafein yang dikandungnya bereaksi secara kimia menstimulasi dan membantu
kita untuk menangkap dan fokus terhadap informasi yang diterima lebih baik
untuk jangka pendek tertentu. Kandungan kafein dalam kopi juga
dapat membantu meredakan sakit kepala (doktersehat.com).
Minum kopi membuat orang lebih sering buang air
kecil. Ini bagus untuk membantu tubuh membuang semua zat-zat ataupun kandungan
yang sudah tidak diperlukan lagi oleh tubuh, ini membantu mengurangi resiko
terkena batu ginjal (vibizlife.com).
Kopi
juga menawarkan beberapa perlindungan terhadap depresi juga, karena biji kopi
yang sarat dengan antioksidan, dengan persyaratan: Minum kopi harus dikonsumsi
tanpa susu, gula, atau pemanis buatan. Hindari kopi dengan aneka rasa. Tentu
saja, camilan dan rokok dihindari , biasanya terkait dengan kebiasaan minum
kopi, karena itu merupakan penyebab kesehatan buruk (LenteraK.com)
Tapi, kopi juga punya efek negatif atau efek
buruknya terhadap tubuh. Ketergantungan terhadap kopi, membuat seseorang susah
tidur dan gelisah pada malam hari. Ini akibat dari kandungan kafein, hal ini
lah yang biasa dimanfaatkan oleh teman-teman mahasiswa sebagai teman begadang atau
teman kerja agar selalu tetap terjaga.
Karena kafein dapat membuat orang sering buang
air kecil, maka harus lebih sering untuk minum air putih sebanyak mungkin untuk
mengganti cairan yang hilang. Karena kalau tidak, maka akan berpengaruh
terhadap kandung kemih. Dan jika kopi di konsumsi dalam jumlah berlebih akan
membuat seseorang cepat kelelahan (LenteraK.com).
Sesuai standar kesehatan, teman-teman mahasiswa
kita ternyata sudah memiliki gaya konsumsi kopi yang pas, yaitu 2-3 gelas kopi
sehari. Hanya agak sedikit ditekankan untuk tidak minum
kopi sambil merokok, karena selain penyebab gigi kuning juga akan menyebabkan
buruknya kesehatan tean-teman mahasiswa.
Jadi, minum kopi itu baik, selain sebagai teman
kerja, peningkat memori, dan antioksidan, minum kopi juga akan membantu ‘Mak
Kantin’ dalam menjual dagangannya. Asal minum kopi juga sesuai aturan, beli dan
bayar, minum dan nikmati.
Ani_suyono.red
21 april 2012 @elektrocampusundana-pelatihan menulis

Tidak ada komentar:
Posting Komentar