Kamis, 24 April 2014

Coba Nulis Cerbung : Remember Our Time (Awal)

Jendela kamarku sore hari itu indah sekali dengan cahaya senja yang menyapunya....hari itu, 17 Februari 2014..aku teringat suatu cerita beberapa tahun yang lalu...

...................

Kendaraan sudah banyak yang terparkir di pinggir-pinggir jalan depan rumah temanku, Rany dan Reny. Maklum saja, halaman rumah mereka yang dijadikan tempat pesta berbatasan langsung dengan jalan besar. Mau tidak mau kendaraan undangan dan teman-teman pun diparkir menyesaki bahu jalan. Hari ini, hari aku, Ra, Re dan beberapa temanku ditabiskan menjadi anggota sidi di gereja kami. Sudah pasti syukuran pun diadakan. Termasuk di rumah si kembar Ra dan Re.

Aku melangkah turun dari motor, perlahan menuju halaman rumah yang sudah penuh dengan tawa dan celoteh orang-orang. Sore itu, sehabis syukuran di rumahku, aku memilih mengunjungi pesta syukuran kedua sahabatku itu ketimbang diam di rumah dan dikerubuti keluarga.

 
Hai!! Aku sudah tau kamu bakal datang”
Aku juga! Langsung saja ke meja makan, atau kalau masih kenyang, duduklah disini. Setelah menyalami orang-orang ini aku akan duduk menemanimu”
Re dan Ra menyambut dengan cerewet, seperti biasa aku sudah tau reaksi mereka. Hal yang tidak biasa hari ini adalah mereka berdua terlalu mirip. Gaun putih panjang, high heels dengan warna senanda, gaya rambut dan tawa yang sama hampir membuatku sedikit terperangah dan terbahak. Kalau mereka tidak berbicara, sudah pasti aku akan susah membedakan mereka berdua. Suara Ra lebih melengking dan ceria. Sedangkan Re, lebih terdengar bass dan dalam. Kembar yang selalu membuatku gemas.

Halo! Kamu temannya Ra atau Re? Aku Sandy, temannya Re. Salam kenal!” salam seorang cewek yang duduk di sebelah kursi yang baru saja akan ku duduki.
Aku Adnee. Keduanya temanku”, aku menyahut pendek sambil tersenyum.
Tidak terlalu ingin berbicara banyak dalam kerumunan undangan ini, aku sengaja mengambil handphone dan mengotak-ngatiknya. Seolah-olah sibuk dengan pesan yang masuk. Melihat Ra dan Re yang sibuk dengan teman mereka masing-masing – bahkan banyak yang tertukar mengenali mereka berdua tetap saja bersikap sok akrab - , aku tahu mereka berdua masih lama untuk duduk lagi denganku. Baik, sebaiknya aku menuju meja makan. Mencari kesibukan baru, makan.

Piringku sudah kosong saat Ra dan Re datang mendekatiku dengan seorang teman cowok mereka. “Hei, sudah makan?”, basa-basi yang sudah biasa neh. “hmmm, kalian berdua ternyata orang terkenal, sibuk sekali naa”, jawabku dengan senyum bercanda.
Hahahahhahaha!! Sudahlah, jangan jealous begitu.”, tawa Ra.
Kamu jealous? Rasain, week”, sindiran Re ini sudah biasa kudengar, tabah saja deh.
Sory yah,...aku aman-aman aja. Sedikit lagi aku pulang, hanya mau lihat apakah kalian masih secantik pentabisan tadi pagi atau tidak”, balasku.
Eh, pulang? Tunggu dulu, duduk sebentar dengan Asra dulu. Jangan pulang. oke”, tahan Ra.
Kami dari dulu juga sudah cantik dan akan cantik selalu. Duduk. Dan jangan pulang”, sambung Re.
Aku menyengir kemudian tertawa mengiyakan. Tapi, Asra? Cowok yang datang bersama mereka sudah duduk mengotak-atik handphone miliknya di sebelahku. Mencoba mengacuhkan kami. Selepas mereka berdua pergi mengurusi kenalan-kenalan yang masih datang, kami duduk diam begitu saja. Tingginya sekitar 170 cm, berambut ikal dengan alis mata yang tebal. Bibirnya tipis dan ketus, kulit sawo matangnya membuat cowok ini bisa terlihat mempesona. Tapi, raut wajahnya yang datar membuatnya terlihat biasa saja. Risih berdiam diri, aku memberanikan diri mengobrol dengannya.
Aku Adnee”, salamku sambil mengulurkan tangan.
Asra. Aku tahu kamu. Kita teman sekelas pembekalan kasasi. Selama dua tahun kurasa kamu sekretaris kelas, jadi aku tahu kamu. ”, jawabnya sambil tetap mengulurkan tangan menyambut tanganku. 
 
Bengong karena kaget sekaligus heran kenapa aku tidak pernah melihatnya di kelas. Dua tahun itu bukan waktu yang terlalu singkat untuk mengenal 35 teman kasasi sekelasku. Absen kelas di tanganku dan aku tidak pernah mengenalnya! Betapa ironinya.
Ooh, oke”, jawabku sambil ternganga. Ajaib. Ckckckck.


To be contined......

Tidak ada komentar: