Kupang, 9 April 2013
Ada beberapa
bagian dalam kehidupan ini yang sebenarnya indah jika dnikmati dengan sederhana
saja, seperti cinta, keluarga, dan dirimu sendiri. Sisa bagian lainnya entah
itu pekerjaan, studi, hobi, atau obsesi…hanya untuk mendukung hal-hal sederhana
yang utama itu.
Ketika masalah
datang dan hal-hal menjadi rumit, mengapa tak sederhanakan saja menjadi senyum
yang tulus. Bukankah kau percaya bahwa Tuhan selalu menyertaimu? Bukannkah
penyertaanNya sempurna? Atau jika kau atheis, tak beragama, atau tak percaya
sesuatu yang melebihi pikiranmu, bukankah cukup percaya saja adalah hal
sederhana?
Berjalan
menyusuri setiap jalan-jalan di kota ini, terpancing juga menangkap dan
mengabadikan hal-hal sederhana yang terlihat. Pemandangan seperti ibu yang
menyuapi anaknya, kakek dengan rambut putih yang membasuh kaki si nenek yang
duduk di kursi roda, seperti nenek-nenek yang bercengkrama dengan cucunya,
pemulung yang berdiri di tempat sampah, polisi yang tanpa senyum menilang para
mahasiswa yang jarang memakai helm, atau seperti bapak-bapak dengan penampilan
lusuh yang memberi uang ke pengemis di lampu merah, atau anak-anak sd yang
menunggu di seberang jalan menanti kapan mereka bisa menyebrang…bukankah itu
hal-hal sederhana? Cinta, keluarga, dan dirimu….
Presiden,
gubernur, bupati atau walikota, bapak atau ibu di rumah, kakak atau adik, om
atau tante…bukankah sama saja? Yang membedakan hanya pekerjaan mereka…hal
sederhana bagi mereka mungkin berbeda lagi.. ucapkan syukur dan
tersenyumlah,…walau kelihatannya tak sederhana…hidup itu sebenarnya simple,…sesimple
tulisan ini dipikirkan dan diketik..hehehe
:-P
JiwinD
JiwinD
Tidak ada komentar:
Posting Komentar