Masalah dalam
hidupmu tidak muncul begitu saja....
Pasti ada yang
melatarbelakanginya..entah dari dirimu sendiri..atau dari orang lain karena
sikapmu padanya..atau mungkin juga sebuah pilihan dari proses pendewasaan yang
dikerjakan Tuhan dalam hidupmu..
Jika ada yang
tidak menyukaimu..atau membicarakanmu..atau bersikap padamu yang menurutmu itu
menjengkelkan..cobalah cek dulu..pasti ada sebab musabab nya.. pasti ada latar
belakangnya..pasti ada alasan..sekecil apapun itu..
Pahami dia..komunikasikan
dengan baik dan terbuka.. seperti pepatah di dunia ini yang sering dibicarakan
bnyak orang..dan lebih banyak tak dikerjakan banyak orang itu juga…yaitu tidak
ada masalah yang tidak ada jalan keluar.. dengan komunikasi yang baik..semuanya
tentu akan baik-baik saja.. hanya dunia ini tidak ada komunikasi yang 100%
sempurna atau 100% efisien..
Ada orang-orang
yang mungkin malas bertemu denganmu..dan membicarakanmu di belakang mereka.
Mungkin mereka orang-orang yang sibuk bertemu denganmu untuk membicarakannnya,
atau mungkin mereka tak punya keberanian untuk mendekatimu. Buat apa menunggu
mereka yang datang padamu. Mengapa taka kamu dahulu yang mngambil inisiatif
untuk berbicara dengan mereka. Setiap langkah so pasti berarti.
Dunia ini sudah
penuh dengan banyak standar, standar kualitas, standar pendidikan, standar
kepintaran, standar emosional, bahkan agama dan iman kepada Tuhan juga punya
standar. Bukankah kita diciptakan special dan berbeda stiap invidunya? So pasti
apakah standar itu menentukan diri kita juga harus sama dan seragam? Jika tak
penuhi standar kenapa? Memangnya mengapa jika di atas atau di bawah, di kanan
atau di kiri? Semuanya di atur dalam standar…seakan-akan seragam dunia ini
dirancang dengan segala standar itu. Hei, memang aturan dan jalan petunjuk
dibutuhkan. Tapi, bisakah itu di atur dengan apa yang kita hendaki dalam hidup
kita sendiri. Jika dunia hanya punya satu warna? Apakah itu bisa disebut warna?
Karena putih pun ada karena hitam membedakannya.
Mencoba berbicara
memang baik. Mencoba menulis memang juga baik. Mencoba membicarakan apa yang
ditulis juga baik. Tapi berbicara melebihi apa yang ditulis. Apakah itu baik?
Kadang, ya. Namun, alangkah lebih bijaknya jika kita belajar mendengarkan.
Sebenarnya orang-orang bahakn kita sendiri berbicara karena ingin didengarkan.
Dengan didengarkan, tanpa diberi nasehat tambahan pun orang-orang yang memiliki
beban, sedikit melepaskan apa yang dipikul di bahu dan hati mereka. Lalu apa
gunanya bagi kita yang belajar mendengarkan? Belajar bersabar, belajar
mengendalikan lidah, belajar memahami, belajar bersyukur, belajar menggunakan
telinga kita yang justru akan lebih berguna bagi otak kita ketimbang memakai
mulut untuk berbicara. Bagaimana kita membagi, jika kita sendiri tidak belajar
untuk menerima? Jika kita tak pernah mendengar suatu suara apapun didunia,
dapatkah kita berbicara? Coba tanyakan pada orang-orang tunarungu.
Belajarlah lebih
banyak kawan. Tapi bertindaklah sama banyak dengan apa yang kamu pelajari.
Salam damai ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar