Selasa, 31 Juli 2012

Fatumnasi Jilid 1

Desa Fatumnasi, Kec. Fatumnasi Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur

catatan kecil hasil survey, anak-anak KKN UNC 2012, kelompok 3, dusun 2 dan 4,...dusun 3 dan 1 menyusul....
- Oken (FST Mesin)
- Reno (FSIP Ilmu Komunikasi)
- Ani (FST Kimia)
- Ain (FSIP Ilmu Politik)
- Moni (FKIP Sejarah)



ANALISIS MASALAH – HASIL SURVEY
DESA FATUMNASI-KEC. FATUMNASI, KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN


Dusun : II
RW     : 04
RT      : 07

No
Analisis Masalah
1









2


















 
3




4


Kesehatan:
Rata-rata penyakit yang diderita : batuk, pilek, demam, dan sakit leher (BOV, Gondok), hal ini disebabkan oleh cuaca dingin. Untuk pengobatan, masyarakat pergi ke puskesmas. Namun, untuk 1 kasus tumor pada leher pasien (warga yang sudah tua) pengobatan di puskesmas dirujukkan ke Rumah Sakit, tapi ditolak oleh pihak keluarga (padahal memiliki Jamkesmas). Obat yang digunakan adalah obat puskesmas dan obat kampung ; Pisang Tanah, dan tidur di Lopo bulat.
Kepemilikan Jamkesmas warga, hanya sebagian yang mendapat dan mengurus, sisanya tidak mendapat karena urusan administrasi puskesmas yang lambat.

Pertanian :
Tanaman yang sering ditanam di ladang ; wortel, bawang prei, labu jepang, bawang bombai, bawang putih, kentang, kacang-kacangan, ubi jalar, ubi kayu, keladi, dan bawang merah. Untuk tanaman jagung, jarang ditanam karena sering dirusak oleh angin puting beliung yang datang setiap tahun. Tanaman jeruk, mangga, terkena hama/penyakit sehingga sudah jarang berbuah, walaupun pohonnya masih ada. Sedangkan untuk tanaman apel, sudah habis mati oleh hama/penyakit yang datang. Ladang yang diolah tetap sepanjang musim, tidak berpindah lahan.
Pupuk dan Pestisida ; warga anti pupuk dan anti pestisida. Tanah diolah dengan membalik tanah, memakai kotoran sapi yang dilepas di ladang.
Hama ; ulat daun (ulat hijau), ulat tanah, jamur putih yang melekat di batang phon, merusak pohon dari luar dan dalam, pohon menjadi keropos dan dipenuhi semut hitam, terdapat di setiap pohon hasil. Menyebabkan pohon mati dan tidak berbuah lagi.
Penghasilan dari pertanian ; daun bawang Rp. 2500-Rp.3000/ikat, wortel Rp.1000-Rp.10.000/kg (tergantung musim dan hasil). Namun, karena banyak petani menanam hasil pertanian yang sama, maka harga pasar pun bervariasi sesuai harga saing.
Distribusi ; dititip langsung di pick up yang mengangkut hasil ke pasar (Kapan, Soe, Kupang), tunggu pemborong datang langsung, atau jual hasil langsung di pasar Fatumnasi, Kapan dan Soe.

Peternakan :
Sapi Coklat dan Kuda milik warga di lepas saja di ladang-ladang dan di dalam hutan. Kandang ternak juga ditempatkan di dalam hutan. Sedangkan ternak Babi, hanya sedikit saja yang memelihara. Peternakan belum berkembang, masih alamiah.

Lain-lain :
Untuk sumber air, masyarakat memanfaatkan air dari sumur (kedalaman 1m-2m), dan fiber penampungan air.
Sebagian warga sudah mendapat jaringan listrik, namun sebagian lagi mengambil dari rumah warga lain ataupun dari puskesmas, dan sebagian lagi belum mendapatkan jaringan listrik.
Sebagian warga memiliki KTP, sebagian lagi tidak.
Pendidikan dominan masyarakat adalah tidak tamat SD, dan tamat SD. Kalaupun ada yang melanjutkan, lanjutan SMP dan SMA di Fatumnasi (SMP), Kapan, Soe, dan Kupang.
Transportasi yang tersedia ; Ojek, Truk, Pick Up tertutup. Catatan: Sepeda motor yang digunakan untuk ojek rata-rata tidak dirawat secara baik, walaupun ada yang mengganti bannya setiap 3 bulan sekali (jalan rusak). Punya SIM ?? ^_^





Dusun : IV
RW     : 08
RT      : 15

No
Analisis Masalah
1



 



2













3





4
Kesehatan:
Penyakit yang diderita oleh warga hampir sama dengan warga di dusun II, hanya saja sedikit warga yang pergi ke puskesmas di Fatumnasi untuk berobat karena kendala transportasi dan keadaan jalan yang rusak dan melewati hutan. Di dusun ini yang ada hanyalah posyandu, jamkesmas hanya dimiliki oleh beberapa warga. Penyakit yang dominan di daerah ini adalah penyakit gondok. Masyarakat menganggap mahasiswa yang datang, membawa obat untuk mereka.

Pertanian :
Warga di wilayah ini memiliki hasil pertanian yang sama dengan dusun II. Tanaman jeruk segala jenis banyak terdapat di halaman/pekarangan setiap warga. Kebanyakan sudah berbuah lebat dan siap dipetik. Tanaman jeruk ini tidak dipetik langsung oleh pemiliknya, tapi menunggu pemborong datang untuk memetik. Tanaman kopi juga banyak terdapat di setiap halaman, dikonsumsi langsung oleh warga, tidak dijual. Selain tanaman kopi, tanaman kacang turis juga ditanam di pekarangan rumah, ini juga dikonsumsi sendiri.  
Sawah padi juga terdapat di wilayah ini, karena iklim dan suhu udara yang lebih hangat dibandingkan dusun-dusun lainnya. Tanaman jagung juga ditanam di wilayah ini.
Penghasilan dari pertanian ; Jeruk Rp.150ribu-Rp.1juta/2-6pohon (harga bervariasi), Lemun manis Rp.50ribu/karung, Lemun cina Rp. 150ribu/dos, bawang merah Rp.10ribu/kg, bawang prey Rp.2000-Rp.3000/ikat. Hasil kebun dan ladang dijual ke Pasar Senin Fatumnasi dan Pasar Kamis Kapan, penghasilan rata-rata ; Rp.25ribu-Rp.50ribu/minggu/KK.

Peternakan :
Ternak sapi coklat dan babi dipelihara dalam kandang. Yang paling banyak dipelihara adalah Ayam kampung. Namun hanya sedikit warga saja yang memelihara. Peternakan belum berkembang maksimal.


Lain-lain :
Sumber air warga dari air sumur, leding, irigasi dan pengairan dari bambu yang disusun dari mata air.
Untuk jaringan listrik, warga dusun ini belum mendapatkan pelayanan dari PLN, namun memakai generator sendiri, alat pembangkit listrik tenaga surya sumbangan dinsos untuk desa Nenas (sebagian rumah saja), dan lampu pelita sebagai penerangan alami.
Jamkesmas dan KTP juga sudah dimilki oleh sebagian warga. Namun, sebagian besar warga tidak memiliki KTP dan tidak tahu umur/tahun lahir. KTP yang ada pun jarang diperpanjang, karena administrasi yang lama dan membayar biaya Rp.25ribu lagi.
Pendidikan dominan masyarakat adalah tidak tamat SD, dan tamat SD


Tidak ada komentar: