Adik kecil dan 4 orang Kakak
apa yang terjadi pada kehidupan
saat aspal jalanan menghitam berminyak
adakah hujan mencairkan retakan asal
ataukah kau yang bukakan paksa
saat perkenalan hanyalah simulasi permusuhan
dari tanah merah, putih, hitam, dan kuning..
adakah kau campurkan abu hingga lengket
ataukah malah hilang jadi partikel tak bernama
jika dunia suka kata seandainya
maka buatlah seandainya angin tak pernah menyebut bintang dan apel
lalu malaikat kuning tak ada bersama si bunga lili
alangkah ada si pelangi bertenger manis dalam langit jiwa??
Hei… semua ada hikmahnya
Jika ada bohong maka ada jujur
Jika ada benci maka ada cinta
Jika ada teman…hanya saja terpinta bisakah tak ada kata lawannya?
Sore nanti ataukah pagi nanti
Hai kakak-kakak ku empat orang..
Kalian ajarkan adik kecil ini banyak arti, banyak ekspresi tanpa hilangkan ia
Anak kecil yang menyayangi dengan coba menerima, memahami
Bahwa itulah manusia…bahwa itulah kalian yang menakjubkan
Kelurusan jalan tol dan kepolosan merpati berikan gadis kecil menari dan menyanyi sumbang
Tatapan sang angin bersamanya…tak bisa paksakan dia…karena ada segudang rahasia usil
Tak bisa hilangkan senyum dan tangis…karena itu yang timbulkan tawa hidup
Harga mati dari mimpi dan visi seorang setengah perempuan muda
Ini cerita,,,,,ini curahan hati…ini semi prolog dari pantai berpasir
Untuk apel, bintang, lili, dan kuning……
Ada hadiah perdamaian bukan berarti nobel yang ingin diserahkan
Hanya rasa di dalam hati…. Ciptakan dua lingkaran air dengan si kecil di antara amplitude
Terima kasih….tlah ajarkan kelembutan dan ketegasan perempuan
Terima kasih….tlah ajarkan kesetiaan dan ketegaran pemimpin
Terima kasih….tlah ajarkan kerendahan hati dan perjuangan cinta
Terima kasih….tlah ajarkan kedewasaan dan keterbukaan hidup
Dari adik kecil yang belajar melangkah dan melihat dunia….
Kupang, 25 Februari 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar